Permainan Detektif Sesat Pikir

coverDi bawah ini adalah kutipan dari bagian terakhir buku Detektif Sesat Pikir, yang mengemukakan menjelaskan tentang permainan menarik untuk belajar tentang Sesat Pikir. Berikut adalah gambaran tentang permainan tersebut.

Aturan Permainan

Dalam permainan ini, anda dapat menciptakan sesat pikir sendiri. Kita tidak mencoba mengenali sesat pikir, karena sudah dilakukan dalam buku ini! Kami menciptakan permainan ini dengan bantuan keluarga dan teman.

Persiapan

  1. Walaupun dapat dimainkan tiga orang, sebaiknya permainan ini dimainkan empat orang atau lebih.
  2. Setiap pemain harus mengetahui apa yang dimaksud dengan sesat/keliru pikir dan apa yang dimaksud dengan teknik propaganda. (Anda dapat membaca kembali bagian-bagian buku ini yang menjelaskan tentang sesat pikir dan teknik propaganda.) Petunjuk: Semua sesat/keliru pikir yang dibahas dalam buku ini beserta definisi dan contohnya disajikan secara ringkas pada bagian akhir buku. Mungkin anda perlu memperbanyak daftar tersebut dan memberikannya kepada para pemain.
  3. Setiap pemain harus mempunyai pena atau pensil dan kertas.
  4. Bagi pemain pemula, kami sarankan permainan ini dibatasi pada teknik propaganda, yaitu teknik yang dibahas pada bagian Propaganda dalam buku ini. Menurut kami contoh propaganda lebih mudah untuk dituliskan dan lebih mengasyikkan.

Cara Bermain

1. Semua pemain harus menyusun satu contoh sesat pikir atau teknik propaganda dan menuliskannya di atas kertas. Contoh yang dibuat tidak boleh diperlihatkan pada pemain lain. Di samping contoh yang ditulis, pemain harus juga menuliskan nama sesat pikir atau teknik propaganda dari contoh yang dibuat. Petunjuk: membuat contoh sesat pikir akan lebih mudah seiring dengan bertambahnya pengalaman. 

Contoh dalam permainan: Masing-masing Adi, Charles, Debi, dan Selvi menuliskan contoh sesuai dengan bagian dari buku ini yang dipilih sebelumnya yaitu Propaganda. Adi menulis contoh berikut: “Ada gambar seorang ibu yang mengenakan pakaian berbulu sambil memeluk anaknya. Pada keterangannya tertulis: ‘Rasakan kehangatan dan kehalusannya dengan asuransi kami.” Adi juga menulis nama teknik propaganda yang dilakukan dalam iklan tersebut sebagai: ‘Transfer’

2. Pilihlah seorang pemain yang akan menjadi Pembaca Pertama. Pemain ini membacakan contoh dari setiap pemain termasuk contoh yang dia buat sendiri. Pembaca tidak mengatakan siapa yang membuat contoh yang mana atau nama dari masing-masing sesat pikir atau propaganda yang dibacakan.

Contoh dalam permainan: Debi dipilih sebagai Pembaca. Dia membaca semua contoh dari semua pemain.

3. Setiap pemain secara rahasia memilih dan menuliskan salah satu dari sesat pikir yang dibaca untuk menjadi sesat pikir terbaik. “Terbaik” bisa berarti apa saja, bisa terlucu, paling meyakinkan, atau apapun – tergantung dari yang memberi penilaian. Seorang pemain bisa juga memilih contohnya sendiri. Setiap pemain harus menuliskan – tetapi tidakmengatakan contoh mana yang dia pilih sebagai contoh terbaik.

4. Setiap pemain secara rahasia menuliskan nama atau deskripsi dari jenis sesat pikir atau propaganda yang dia pilih sebagai yang terbaik. Dia bisa menggunakan ringkasan yang diberikan di akhir buku ini kalau dia menghendakinya

5. Setelah semua selesai menuliskan pilihan masing-masing, maka setiap orang menyatakan dengan nyaring sesat pikir yang dia pilih sebagai yang terbaik beserta nama atau deskripsi dari sesat pikir tersebut. Orang pertama yang membacakan pilihannya adalah pemain yang berada di sebelah kiri Pembaca Pertama.

Contoh dalam permainan: Charles memilih contoh Adi dan menyebutnya Transfer. Debi memilih contoh dari Charles dan menyebutnya eksigensi. Selvi juga memilih contoh dari Adi dan menyebutnya merujuk kepada kesombongan. Adi memilih contoh Selvi dan menyebutnya merujuk kepada rasa takut. Tentu saja, tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui contoh siapa yang mereka pilih.

6. Pembaca menghitung pilihan yang ada dan menentukan contoh yang mana yang paling banyak dipilih sebagai contoh terbaik. Kalau misalnya ada yang sama, maka dilakukan pemilihan ulang.

Contoh dalam permainan: Contoh dari Adi mendapatkan pilihan terbanyak dan dianggap sebagai contoh ‘terbaik.

7. Pembaca mencari tahu apakah semua yang memilih contoh terbaik saling setuju tentang nama dari sesat pikir terbaik yang dipilih. Kalau ada ketidaksetujuan, maka Pembaca menentukan nama mana yang paling banyak digunakan untuk sesat pikir tersebut. Nama sesat pikir yang paling banyak digunakan ini diasumsikan sebagai nama yang tepat untuk contoh yang diangkat. Pemain yang menuliskan contoh terbaik bisa saja salah menamai sesat pikir yang diangkat. Itu tidak menjadi masalah. Dalam permainan ini mayoritaslah yang berkuasa. Namun demikian, kalau misalnya draw, peserta yang menuliskan contoh terbaiklah yang menentukan nama sesat pikir tersebut

Contoh dalam permainan: Karena ada dua orang yang memilih contoh dari Adi sebagai contoh terbaik (yaitu Charles dan Selvi) dan yang lain hanya dipilih satu orang, maka contoh dari Adi disebut sebagai yang terbaik. Tetapi di sini terjadi draw dalam hal penamaannya. Charles mengatakan bahwa contoh Adi bernama transfer, sedangkan Selvi menyebutnya merujuk kepada kesombongan. Karena Adi menyebutnya transfer, maka nama yang diberikan Adi adalah jawaban yang ‘benar’

Penilaian

1. Pemain yang menuliskan contoh terbaik mendapatkan nilai 2

2. Setiap pemain yang memilih contoh terbaik mendapatkan nilai 1.

3. Setiap pemain yang memilih contoh terbaik dan yang secara tepat mengidentifikasi nama sesat pikir atau teknik propaganda tersebut, akan mendapatkan tambahan nilai 1. Namun Pembaca tidak mendapatkan poin tambahan walaupun dia menyebut nama yang tepat dari sesat pikir atau propaganda yang dia pilih.

4. Nilai-nilai dijumlahkan dan dicatat dalam kertas terpisah.

5. Catatan: Jika seorang pemain yang menulis sesat pikir ‘terbaik’ juga memilih sesat pikirnya sebagai yang terbaik, maka dia mendapatkan nilai 3. Jika dia secara tepat memberi nama sesat pikir tersebut, dia mendapatkan nilai 4

Contoh dalam permainan: Adi mendapatkan nilai 2 karena sesat pikirnya terpilih sebagai yang ‘terbaik’. Selvi mendapatkan nilai 1 karena memilih contoh dari Adi tetapi nama yang dia berikan salah. Charles mendapatkan nilai 2 karena dia memilih contoh Adi serta secara tepat memberi nama contoh tersebut. Debi tidak mendapatkan nilai apa-apa karena dia tidak memilih sesat pikir/teknik propaganda terbaik.

Kelanjutan Permainan

1. Permainan dilanjutkan dengan menuliskan sesat pikir lain. Pembaca berikut adalah pemain yang duduk di sebelah kanan Pembaca sebelumnya

2. Permainan ini selesai setelah semua orang mendapatkan giliran menjadi Pembaca atau sejak awal disetujui bahwa permainan selesai setelah seorang pemain mendapatkan nilai tertentu.

______________________________________________________________

  1. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat diperoleh dengan mengklik di tautan ini
  2. Sebagian isi buku ini dapat didownload gratis dengan mengklik tautan ini
  3. Cara mendapatkan buku ini dapat dilihat di tautan ini
  4. Kutipan lain buku ini dapat dibaca di tautan ini
  5. Contoh Soal dan Jawaban dalam buku ini dapat dibaca pada tautan ini
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kutipan Buku, Permainan Detektif Sesat Pikir dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Komentar anda, berisi nama dan tempat tinggal anda. Misalnya: Joni (Kupang)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s