Sesat Pikir Tu Quoque

Di bawah ini adalah kutipan dari Buku Detektif Sesat Pikir, pelajaran 9 yang membahas Sesat Pikir Tu Quoque.

Pelajaran 9: Tu Quoque

Tu quoque merupakan kata Bahasa Latin yang berati “kamu juga.”

Tu quoque adalah tidak menerima pandangan orang lain tentang satu hal karena orang tersebut tidak konsisten dengan apa yang dikatakannya.

Ma Lobo: Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan merokok. Itu kebiasaan yang buruk dan akan membawa berbagai macam masalah.

Ivan: Jangan katakan padaku untuk tidak merokok. Kamu saja merokok..

Komentar Ivan tidak relevan dengan keprihatinan Ma Lobo. Merokok bisa saja tidak baik untuk Ivan. Ma Lobo bisa saja mempunyai alasan yang sangat baik untuk mengatakan kepada Ivan untuk tidak merokok. Mungkin Ma Lobo sudah mulai merokok sejak masih kecil dan sekarang dia tidak dapat berhenti. Mungkin Ma Lobo tidak mau Ivan merusak hidupnya dengan merokok seperti yang Ma Lobo lakukan.

Orang yang melakukan kekeliruan ini seringkali memiliki hati nurani yang merasa bersalah dan mereka merasa lebih baik karena mengalihkan beban kesalahan tersebut kepada orang lain.

“Aku tidak paham apa salahnya adu banteng di Spanyol. Aku menikmati hal itu. Aku mengenal banyak orang yang mengatakan bahwa hal itu brutal dan tidak berbelas kasihan. Namun coba perhatikan jenis olah raga yang kalian orang Indonesia nikmati yaitu tinju dimana ada dua orang yang saling memukul sampai salah satunya jatuh, atau sepakbola ala Amerika dimana dua tim saling menjegal lalu semua anggota tim ramai-ramai melompat menindih satu orang. Bagaimana dengan film Amerika yang penuh kekerasan? Kalian menonton film-film yang penuh kekerasan dimana orang terbunuh dan terpotong-potong di depan mata kalian.”

Orang yang mengemukakan pernyataan ini tidak membahas hal yang didiskusikan yaitu: Apakah adu banteng di Spanyol brutal? Dia berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik tentang dosa/kesalahan orang lain.

Sesat pikir seperti ini juga terjadi ketika orang menyatakan bahwa satu kesalahan akan menjadikan kesalahan lain benar.

“Oh, Viktor, apa yang telah aku lakukan sehingga kamu tidak memperlakukan aku dengan baik-baik? Kau membunuh saudara laki-lakiku Frankie – Jadi aku tidak punya pilihan lain selain menyuruh orang mengantar bom itu ke rumahmu. Hanya dengan demikian aku bisa membalasmu.”

Fakta bahwa seseorang melakukan sebuah kesalahan kepada anda tidak memberikan anda hak untuk melakukan kesalahan yang sama terhadap orang lain.

00015

Ilustrasi oleh Rob Corley

______________________________________________________________

  1. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat diperoleh dengan mengklik di tautan ini
  2. Sebagian isi buku ini dapat didownload gratis dengan mengklik tautan ini
  3. Cara mendapatkan buku ini dapat dilihat di tautan ini
  4. Kutipan lain buku ini dapat dibaca di tautan ini
  5. Contoh Soal dan Jawaban dalam buku ini dapat dibaca pada tautan ini
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kutipan Buku, Sesat Pikir Tu Quoque dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Komentar anda, berisi nama dan tempat tinggal anda. Misalnya: Joni (Kupang)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s