Sesat Pikir Red Herring/Ikan Haring Merah

Di bawah ini adalah Kutipan dari Pelajaran 4 Buku Detektif Sesat Pikir, yang membahas tentang Sesat Pikir Red Herring.

Pelajaran 4: Sesat Pikir Red Herring

Pelajari percakapan berikut:

Mel: Anak perempuan jauh lebih pintar dari pada anak laki-laki.
Ivan: Oh ya. Bagaimana kamu mengetahuinya?
Mel: Karena memang mereka pintar.
Ivan: Tapi kamu tahu itu darimana?
Mel: Ada banyak perempuan yang melakukan hal-hal cerdas. Tetangga kami, Ibu Rose, cerdas; Joan of Arc menyelamatkan Perancis dari serangan Inggris; and Madame Curie menemukan bohlam.
Ivan: Tapi kamu tahu darimana bahwa anak perempuan lebih pintar daripada anak laki-laki?
Mel: Karena banyak anak perempyan yang memiliki IQ tinggi. Karena itu mereka pintar.
Ivan: Kamu belum menjawab pertanyaanku. Mengapa anak perempuan lebih pintar daripada anak lelaki?
Mel: Ya, aku cerdas dan kau bodoh. Itu buktinya.

Jelas bahwa Mel tidak benar-benar menjawab pertanyaan Ivan. Dia mengemukakan sesuatu yang kelihatan seperti jawaban, tetapi yang dikemukakan sebenarnya bukan jawaban. Dia memang mencoba membuktikan bahwa anak perempuan lebih pintar daripada anak laki-laki, tetapi dia hanya menunjukkan bahwa sebagian anak perempuan cerdas/pintar dan tidak mengatakan apa-apa tentang seberapa pintar anak laki-laki.

Dia memang tidak mengatakan sesuatu yang salah (kecuali ketika dia berbicara tentang Madame Curie). Namun dia tidak menjawab pertanyaan yang sebenarnya yaitu “mengapa anak perempuan lebih pintar dari anak laki-laki?” Seandainya dia menjawab pertanyaan yang diajukan dia dapat saja berkata:

Mel: Anak perempuan lebih pintar daripada anak laki-laki karena terbukti bahwa rata-rata IQ anak perempuan lebih tinggi daripada rata-rata IQ anak laki-laki.

Seperti anda lihat, ketika kita berargumen, sulit untuk tetap berbicara hal yang dibahas – atau menjawab pertanyaan yang diajukan kepada kita. Dalam sebuah diskusi sangat mudah untuk memperkenalkan topik baru ke dalam diskusi. Lebih sulit lagi diketahui jika seseorang sudah beralih dari topik yang sedang dibahas dalam diskusi.

Setiap kali kita membicarakan sesuatu yang tidak relevan dengan argumen, maka kita menghindari pertanyaan.

Red Herring (Ikan Haring Merah)
Ketika seseorang menghindari pertanyaan dan menegaskan sesuatu yang tidak relevan, maka kita sedang membawa sebuah red herring/ikan haring merah ke dalam argumen. Red herring sebenarnya adalah ikan yang sudah mati – yang sudah mulai “matang” dan berbau. Dulunya pelatih anjing menggunakan ikan seperti ini untuk melatih anjing pelacak. Pelatih anjing akan membuat sebuah jejak berbau rakun (atau berbau apapun yang mereka ingin si anjing lacak) dan membiarkan jalur itu menjadi usang, lalu kemudian mereka akan menarik red herring (yang sudah sangat “matang” dan berbau) melintasi jejak berbau rakun tadi ke arah berbeda. Mereka kemudian melatih si anjing untuk tetap melacak bau rakun dan tidak mengikuti bau ikan haring. Jadi red herring sebenarnya adalah jejak pengganggu. Dalam konteks kita, red herring adalah topik yang tidak relevan yang mengalihkan kita dari pertanyaan yang sebenarnya.

Red herring memperkenalkan hal yang tidak relevan ke dalam sebuah argumen. Orang mungkin berpikir (atau menginginkan kita berpikir) bahwa yang dikemukakan itu membuktikan kebenaran posisinya. Namun yang dikemukakan sebenarnya tidak mendukung posisinya sama sekali.

Saya yakin hal ini pernah terjadi dengan anda sebelumnya: anda berbicara dengan seseorang tentang sesuatu yang anda tidak setujui dan setelah beberapa saat baru anda menyadari bahwa anda tidak lagi berdiskusi tentang hal itu. Hal ini diakibatkan karena saat diskusi, salah satu dari anda telah melakukan red herring dan sejak itu anda telah membahas tentang red herring.

Letun: Seharusnya anak lelaki membuka pintu untuk anak perempuan.
Rony: Mengapa?
Letun: Karena itulah yang harus harusnya dilakukan seorang lelaki sejati.
Rony: Mengapa hal itu harusnya dilakukan setiap lelaki sejati?
Letun: Karena hal itu akan sangat berguna buat anak perempuan.
Rony: Tetapi bukankah akan sangat membantu bagi anak laki-laki kalau anak perempuan membuka pintu bagi anak laki-laki? Mengapa bukan anak perempuan yang membuka pintu bagi anak laki-laki?
Letun: Karena itu tidak pantas. Sore ini ketika kita keluar dari toko untuk membeli bahan makanan, tanganku penuh dengan banyak barang dan aku harus meletakkan barang-barang tersebut lalu membuka pintu. Kamu terlalu kasar dan tidak mau membantuku.
Rony: Aku tidak bisa membantumu karena aku masih berada di tempat parkir sambil menunggu di mobil.
Letun: Sekarang terbukti kan? Kamu tidak peduli sama sekali padaku ketika aku butuh bantuan saat keluar dari toko. Aku pikir itu sangat tidak sopan bagi seorang lelaki.
Rony: Aku tidak tahu kalau kamu mau membeli begitu banyak bahan makanan. Kalau tidak aku pasti membuka pintu untukmu.
Letun: Lain kali mikir dong!

Apakah anda perhatikan bahwa Rony dan Letun tidak lagi berargumen tentang apakah anak laki-laki harus membuka pintu untuk anak perempuan? Sekarang mereka berargumen tentang apakah Rony seharusnya membuka pintu untuk Letun sore tadi. Hal ini terjadi karena Letun membawa red herring ke dalam argumen dan Rony tidak sadar akan hal itu. Seharusnya Rony berkata:

Rony: Mungkin memang aku harus membuka pintu untukmu hari ini, tapi bagaimana itu membuktikan bahwa anak laki-laki harus selalu membuka pintu bagi anak perempuan?

Untuk menjawab pertanyaan itu si Letun dapat saja mengatakan:

Letun: Karena anak perempuan memiliki tangan yang lebih kecil dibanding anak laki-laki sehingga sulit untuk memutar tombol pintu.

Wapaupun ada argumen lain yang lebih baik dari pada itu, namun setidaknya jawaban itu menjawab pertanyaan yang diajukan.

Bukan Red Herring
Kalau seseorang mengatakan “Aku tidak tahu,” dan tidak menjawab pertanyaan, dia tidak melakukan red herring. Dia masih menjawab pertanyaan – hanya saja dia tidak tahu jawabannya.

Anak lelaki: Berapa akar pangkat dua dari 234,09667?
Ayah: Ayah tidak tahu. Kenapa tidak gunakan kalkulator saja?

Sang ayah tidak menghindari pertanyaan anaknya. Dia memberi jawaban dengan mengakui bahwa dia tidak tahu jawaban yang benar.

______________________________________________________________

  1. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat diperoleh dengan mengklik di tautan ini
  2. Sebagian isi buku ini dapat didownload gratis dengan mengklik tautan ini
  3. Cara mendapatkan buku ini dapat dilihat di tautan ini
  4. Kutipan lain buku ini dapat dibaca di tautan ini
  5. Contoh Soal dan Jawaban dalam buku ini dapat dibaca pada tautan ini
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kutipan Buku, Sesat Pikir Red Herring. Tandai permalink.

Tinggalkan Komentar anda, berisi nama dan tempat tinggal anda. Misalnya: Joni (Kupang)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s