Mengenali Sesat Pikir Red Herring

Di bawah ini adalah kutipan dari Pelajaran 5, buku Detektif Sesat Pikir, yang membahas tentang cara mengenali Sesat Pikir Red Herring/Ikan Haring Merah

Pelajaran 5: Mengenali Sesat Pikir Red Herring

Ketika seseorang mengangkat red herring, dia mungkin bicara tentang sesuatu yang benar walaupun yang dikatakannya tidak relevan.

“Pasta gigi Sparkledent sangat baik untuk mengurangi gigi berlubang. Dokter gigi mengatakan bahwa gigi berlubang merupakan masalah kesehatan gigi utama di Indonesia.”

Iklan mengatakan sesuatu yang benar yaitu: “gigi berlubang adalah masalah besar.” Namun demikian, iklan tersebut tidak mengatakan bagaimana Sparkdelent mengurangi gigi berlubang. Andaikata iklan tersebut mengatakan: “Sparkdelent direkomendasikan oleh dokter gigi dimana-mana dan merupakan pasta anti gigi berlubang nomor satu. Karena itu anda harus menggunakannya,” maka iklan itu akan menjawab masalah. Namun iklan ini malah mengangkat red herring.

00011

Landak adalah hewan piaraan yang baik. Studi menunjukkan bahwa dengan memiliki hewan piaraan maka anak-anak menjadi bahagia!

Ilustrasi oleh Rob Corley.

Red herring seringkali merupakan argumen yang baik. Satu-satunya masalah dengan red herring adalah, argumen tersebut tidak membuktikan hal yang hendak dibuktikan – yang dibuktikan malah hal lain.

Anak lelaki: Bayam tidak mungkin bagus untukku – rasanya sangat buruk.

Ibu: Mungkin rasanya sangat buruk, tapi kamu tidak menunjukkan padaku bahwa bayam tidak baik untukmu.

Seringkali sulit disadari kalau orang sedang melakukan red herring. Di bawah ini adalah contoh sulit untuk mendeteksi red herring. Sebuah traktat dari XYZ Ministries, berjudulSepuluh alasan untuk Percaya Bahwa ada Kehidupan Setelah Kematian, yang mengemukakan alasan pertama sebagai berikut:

“Ketidakadilan dalam hidup: Sulit untuk percaya bahwa kehidupan itu indah kalau kita tahu bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi setelah kematian sebagai kompensasi terhadap ketidakadilan dan ketidakwajaran yang terjadi dalam hidup. Orang-orang tertentu ditakdirkan untuk mengalami kebahagiaan, sedangkan yang lain dilahirkan dalam hubungan yang buruk dan menghadapi keadaan yang buruk. Kalau kita bisa yakin bahwa tidak ada penggantian terhadap penderitaan yang tidak merata, maka banyak orang akan punya alasan untuk mengutuk hari kelahirannya karena perlakuan buruk yang mereka dapatkan dalam kehidupan (Ayub 3 : 1 – 3)”

Kalau kita ringkas argumen di atas, maka yang dikatakan adalah: “Kita harus percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian karena tidak adil rasanya kalau tidak ada kehidupan setelah kematian.” Penulis memang menyodorkan argumen yang baik bahwa tidak akan menyenangkan kalau setelah kematian tidak ada kehidupan; artinya kalau tidak ada kehidupan setelah kematian maka tidak akan ada keadilan. Namun demikian, argumen yang dikemukakan tidak menunjukkan bahwa adakehidupan setelah kematian. Karena itu argumen di atas tidak menunjukkan bahwa kita harus percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian – dengan kata lain argumennya tidak relevan. Gagasan ini sulit untuk dipahami sampai kita ingat bahwa satu-satunya alasan untuk percaya tentang kehidupan setelah kematian (atau apapun) adalah karena memang hal itu ada – bukan karena kalau kita percaya akan hal itu akan membuat kita merasa lebih baik.

______________________________________________________________

  1. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat diperoleh dengan mengklik di tautan ini
  2. Sebagian isi buku ini dapat didownload gratis dengan mengklik tautan ini
  3. Cara mendapatkan buku ini dapat dilihat di tautan ini
  4. Kutipan lain buku ini dapat dibaca di tautan ini
  5. Contoh Soal dan Jawaban dalam buku ini dapat dibaca pada tautan ini
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kenali Sesat Pikir Red Herring, Kutipan Buku. Tandai permalink.

Tinggalkan Komentar anda, berisi nama dan tempat tinggal anda. Misalnya: Joni (Kupang)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s