Daftar Ringkas Sesat Pikir Informal

Berikut ini adalah daftar ringkas Sesat Pikir Informasl yang dikutip dari buku Detektif Sesat Pikir

 

coverDaftar Ringkas Sesat Pikir 

Berikut ini adalah sesat pikir yang dibahas dalam buku Detektif Sesat Pikir, beserta beberapa contoh.

Menghindari Pertanyaan

Red Herring/Ikan Haring Merah – Adalah sesat pikir dimana orang berbicara tentang sesuatu yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal yang sementara dibicarakan. Mungkin dia berpikir (atau dia ingin kita berpikir) bahwa dengan melakukan itu akan membuktikan kebenaran pandangannya walaupun sebenarnya tidak demikian.

Contoh.  Adik Kecil: Beruang Grizzly tidak mungkin berbahaya – mereka kelihatan manis.

 

Perlakuan Khusus – Menggunakan standar ganda atau berargumen mendukung pengecualian yang tak terjustifikasi.

Contoh. Nenek: Aku tidak berjudi! Ini Bingo; bukan poker. Beda; kita tidak menggunakan setumpuk kartu.

 

Ad Hominem/Serangan terhadap pribadi – Adalah sesat pikir dimana orang menyerang karakter lawan atau motifnya mempercayai sesuatu, bukan membantah argumen lawannya.

Contoh Debi: Pamanku mengatakan bahwa semua pembunuh harus dihukum mati karena dengan begitu tidak ada lagi orang yang mau membunuh. Selvi: Bukankah pamanmu dulu masuk penjara? Saya pikir kita tidak dapat mempercayai pandangan orang yang dulunya penjahat.

 

Genetic Fallacy/Sesat Pikir Genetis – Adalah sesat pikir dimana orang mempersalahkan sebuah argumen karena asal mulanya (dimana, bagaimana, dan siapa yang memulainya).

Contoh Ma Kuru: Ma Mone, kenapa kamu selalu memakai selempang bukan ikat pinggang? Ma Mone: Karena ikat pinggang dikembangkan oleh pihak militer berabad-abad lampau dan digunakan oleh para tentara. Karena militer jahat dan ikat pinggang berasal dari militer, maka aku tidak dapat mengenakan ikat pinggang.

 

Tu Quoque (Anda juga) – Adalah sesat pikir dimana orang menganggap sudut pandang anda terhadap satu isu salah hanya karena anda tidak konsisten dengan apa yang anda katakan.

Contoh Ma Lobo: Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan merokok. Merokok adalah kebiasaan buruk dan akan mengakibatkan berbagai masalah. Ivan: Jangan katakan padaku untuk tidak merokok. Kamu juga merokok koq.

 

Merujuk pada otoritas yang salah – Adalah sesat pikir dimana orang merujuk kepada otoritas seorang yang tidak memiliki keahlian spesial dalam bidang yang sementara didiskusikan.

Contoh  Ibu: Montir mobilku mengatakan bahwa cara terbaik untuk memperbaiki komputer adalah menendangnya dengan tendangan yang tepat dan jitu.

 

Merujuk pada banyak orang – Adalah sesat pikir dimana orang mengklaim bahwa sudut pandangnya tepat hanya karena ada banyak orang yang setuju dengan dia.

Contoh Calon Legislatif: Lawan saya berkata bahwa aborsi adalah pembunuhan – walaupun sebenarnya berdasarkan jajak pendapat terakhir, 76% orang Indonesia percaya bahwa aborsi bukan pembunuhan terhadap anak yang tidak bersalah.

 

Straw Man/Orang-orangan Sawah – Adalah sesat pikir dimana orang merubah atau melebih-lebihkan pandangan lawan sehingga mudah dibantah.

Contoh Istri: Mobil kita tidak bagus lagi. Ku pikir kita perlu membeli mobil yang lebih baik – yaitu mobil yang lebih menyenangkan. Suami: Oh, jadi kamu mau membeli mobil mewah yang baru? Ku pikir kita tidak punya cukup uang untuk membeli mobil Rolls Royce.

Berasumsi 

Penalaran Melingkar – Adalah sesat pikir dimana orang membuktikan kebenaran kesimpulannya dengan mengulangnya kembali. Dia berkata “P benar karena Q benar, dan Q benar karena P benar.”

Contoh Jimmy: Ayah, mengapa saya perlu belajar logika? Ayah: Karena akan membantu mengembangkan pemikiranmu. Jimmy: Mengapa belajar logika mengembangkan pemikiran? Ayah: Karena akan membantumu berpikir lebih baik.

 

Ekuivokasi – Adalah sesat pikir dimana arti dari sebuah kata dirubah di tengah-tengah argumen.

Contoh Nenek: Bali adalah surganya para wisatawan. Karena itu, di surga pasti banyak wisatawan?

 

Pertanyaan Bermuatan – Adalah sesat pikir dimana orang mengajukan pertanyaan yang mengasumsikan kebenaran jawaban terhadap pertanyaan kedua.

Contoh Hakim:Apakah kamu sudah berhenti memukuli anjing piaraanmu yang malang itu? [Pertanyaan yang tidak diungkapkan adalah: Apakah dia pernah memukul anjingnya?]

 

Lereng Licin – Mengasumsikan bahwa jika kita mengambil satu langkah, maka tidak ada yang menghambat kita dari mengambil serangkaian langkah karena setiap langkah sama.

Contoh Ibu: Kita tidak dapat membiarkannya menambah seekor anjing lagi! Ayah: Oh, tidak masalah. Kita bisa memelihara dua ekor anjing di rumah ini. Lagipula dia mencintai binatang piaraan. Ibu: Dua anjing? Kalau sudah dua, nanti dia akan meminta tambah satu lagi dan dia tidak akan berhenti meminta!

 

Sebagian menjadi seluruh – Adalah sesat pikir dimana orang menegaskan bahwa apa yang menjadi ciri bagian tertentu pastilah menjadi ciri sesuatu secara keseluruhan.

Contoh Wartawan Olahraga: Tim Indonesia terdiri dari pemain-pemain terbaik di Indonesia. Karena mereka semua adalah yang terbaik, maka tim ini pasti akan jadi juara.

 

Seluruh menjadi Sebagian – Adalah sesat pikir dimana orang mengatakan bahwa apa yang menjadi ciri sesuatu secara keseluruhan pastilah menjadi ciri setiap bagiannya. Ini adalah kebalikan dari sesat pikir “Sebagian-menjadi-Seluruh”.

Contoh Wartawan Olahraga: Dalam pertandingan tahun ini, Tim Indonesia memenangi lebih banyak medali daripada tim-tim yang pernah ada sebelumnya. Jadi salah satu anggota tim Indonesia yang bernama Joko, pastilah seorang atlit yang besar.

 

Ya atau Tidak – Adalah sesat pikir yang terjadi saat orang mengatakan bahwa kita harus memilih di antara dua pilihan sementara sebenarnya ada lebih dari dua pilihan atau saat orang membatasi jumlah pilihan yang ada.

Contoh Tetangga: Ada dua kemungkinan. Anda orang Amerika atau seorang Komunis. Karena anda bukan orang Amerika pasti anda Komunis.

Sesat Pikir Statistik

Generalisasi Terburu-Buru – Adalah sesat pikir yang terjadi saat orang membuat generalisasi tentang sifat satu kelompok berdasarkan sifat sampel yang terlalu kecil atau sampel yang buruk.

Contoh  Pemilik rumah: Semua tukang ledeng sangat pintar. Saya mengenal seorang tukang ledeng yang dapat menghitung Pi sampai digit ke 289.954 di belakang koma.

 

Analogi Lemah – Adalah sesat pikir dimana orang mengklaim bahwa hal-hal yang hanya memiliki sedikit kemiripan pasti memiliki kesamaan dalam hal lain.

Contoh Ilmuwan: Awan terdiri dari 75% air. Sebuah semangka terdiri dari 75% air. Karena pesawat terbang dapat terbang melewati awan, pasti pesawat terbang juga dapat terbang melewati sebuah semangka

 

Post Hoc Ergo Propter Hoc – Adalah sesat pikir dimana orang mengasumsikan bahwa karena A terjadi sebelum B, maka A adalah penyebab B.

Contoh Petani: Ayam jantan kami berkokok setiap pagi. Setelah itu matahari terbit. Sudah sadarkah anda betapa pentingnya ayam jantan kami?

 

Benar karena ketiadaan bukti pembantah – Adalah sesat pikir dimana orang mengklaim bahwa sesuatu benar hanya karena tidak ada seorangpun yang pernah memberikan bukti pembantah.

Contoh  Petani: Pasti ada singa gunung di Nusa Tenggara Timur. Saya tidak melihat bukti bahwa tidak ada singa di Nusa Tenggara Timur.

Propaganda

Merujuk pada rasa takut – Adalah propaganda yang dilakukan ketika orang mendorong anda untuk takut konsekuensi tertentu kalau tidak melakukan sesuatu yang mereka inginkan.

Contoh Iklan: Apakah anda paham kerusakan yang terjadi pada tanah pertanian akibat sapi yang tidak terjaga? Bayangkan apa yang terjadi kalau pagar listrik anda tidak berfungsi dan sapi berkeliaran di ladang tetangga anda. Belilah pagar listrik merek “Zapper” dan anda tidak perlu khawatir tentang masalah itu.

 

Merujuk pada rasa Kasihan – Adalah propaganda yang dilakukan ketika orang mendorong kita untuk melakukan sesuatu hanya karena kita kasihan padanya, atau kita menaruh belas kasihan atas segala sesuatu yang terkait dengan orang itu.

Contoh Pengendara motor: Tetapi ini yang kelima kali saya ditilang tahun ini pak. Kalau saya ditilang sekali lagi, mereka akan mengambil SIM saya sehingga saya tidak dapat mengendarai motor lagi. Isteri dan anak saya akan kelaparan.

 

Bandwagon/Ikut Arus – Adalah propaganda yang dilakukan ketika seseorang menekan kita untuk melakukan sesuatu hanya karena banyak orang lain (yang seperti kita) melakukannya.

Contoh Rony: Ayah, bolehkan saya menonton film “Attack of the Killer Wombats?” Ayah: Tidak nak, tidak boleh. Saya dengar dalam film itu ada banyak hal buruk. Rony: Ayolah ayah, semua orang juga menontonnya.

 

Eksigensi – Adalah propaganda yang dilakukan ketika orang tidak menawarkan apa-apa selain batas waktu sebagai alasan untuk memaksa kita untuk melakukan apa yang dia kehendaki.

Contoh Iklan: Cangkir teh dari timah asli! Sekarang diskon 95%! Cepat, persediaan terbatas!!

 

Repetisi/Pengulangan – Adalah propaganda yang dilakukan ketika satu pesan diulang-ulang dengan nyaring agar pada akhirnya orang akan mempercayainya.

Contoh Iklan: Gunakan Sugarloops untuk sarapan! Gunakan Sugarloops untuk makan siang! Gunakan Sugarloops untuk makan malam! Gunakan Sugarloops setiap saat! Anda akan menyukai Sugarloops.

 

Transfer – Adalah propaganda yang dilakukan ketika seorang berusaha agar kita menghubungkan perasaan baik atau buruk terhadap satu hal dengan hal lain yang tidak ada kaitannya sama sekali.

Contoh  Dalam satu iklan, seorang gadis cantik berambut indah, memegang sebotol shampo dan berkata: Gunakan shampo Shimmer Bounce untuk rambut yang lebih indah dan wangi.

 

Merujuk Pada Kesombongan – Adalah propaganda yang dilakukan ketika orang mendorong kita berpikir bahwa produknya membuat kita lebih baik atau berbeda dari semua orang lain.

Contoh Iklan: Belilah parfum cap musang. Anda akan menonjol sendiri di tengah banyak orang.

 

Merujuk pada tradisi – Adalah propaganda yang dilakukan ketika kita didorong untuk membeli sebuah produk atau melakukan sesuatu karena hal itu terkait dengan sesuatu yang sudah menjadi tradisi (lama).

Contoh Terpampang foto hitam putih seorang laki-laki yang sementara membuat gitar. Di bawahnya terpampang tulisan:Mainkanlah Martin Guitars. Ahli pembuat gitar kami hanya membuat gitar menggunakan tradisi yang terkenal sepanjang masa.

 

Merujuk ke Teknologi Tinggi – Adalah propaganda yang dilakukan ketika orang mendorong kita membeli sesuatu hanya karena barang itu adalah “produk terbaru,” bukan karena barang itu adalah barang terbaik.

Contoh Ma Mone: Hei, Ma Kuru, kamu perlu membeli sepasang sepatu Niko ini. Sepatu ini memiliki Dinotraction berteknologi tinggi. Teknologi ini membantu kamu berpegangan pada punggung seekor plenosaurus tanpa bisa jatuh.

Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat diperoleh dari tautan ini dan cara mendapatkannya dapat dilihat pada tautan ini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kutipan Buku. Tandai permalink.

Tinggalkan Komentar anda, berisi nama dan tempat tinggal anda. Misalnya: Joni (Kupang)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s